Makna Simbolik Tradisi Beseprah Dalam Festival Erau Adat Kutai: Kajian Semiotika Roland Barthes

Authors

  • andiansyah Universitas Mulawarman

Keywords:

beseprah, erau, semiotika, roland barthes, kutai

Abstract

ABSTRAK

Tradisi Beseprah merupakan salah satu tradisi masyarakat Kutai yang masih dilestarikan dalam pelaksanaan Festival Erau Adat Kutai. Tradisi ini dilakukan melalui kegiatan makan bersama sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan sosial dalam masyarakat Kutai (Azzuhdi, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik tradisi Beseprah dalam Festival Erau Adat Kutai menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Data diperoleh melalui dokumentasi, serta kajian pustaka terkait budaya Kutai dan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Beseprah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan makan bersama, tetapi juga mengandung makna denotasi, konotasi, dan mitos budaya. Secara denotatif, Beseprah merupakan aktivitas makan bersama dalam Festival Erau. Secara konotatif, melambangkan nilai gotong royong, persatuan, kesetaraan sosial, dan rasa syukur masyarakat Kutai. Pada tingkat mitos, Beseprah menjadi simbol identitas budaya masyarakat Kutai yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk pelestarian budaya.

Kata kunci: Beseprah, Erau, Semiotika, Roland Barthes, Budaya Kutai

ABSTRACT

Beseprah tradition is one of the cultural traditions of the Kutai community that is still preserved in the implementation of the Erau Traditional Festival. This tradition is carried out through dining activities as a symbol of togetherness, kinship, and social respect within Kutai society. This study to analyze the symbolic meaning of the Beseprah tradition in the Erau Traditional Festival using Roland Barthes’ semiotic approach. The research method used is descriptive qualitative with a semiotic approach. Data were collected through documentation and literature studies related to Kutai culture and Roland Barthes’ semiotic theory. The results show that the Beseprah tradition is not merely interpreted as a communal dining activity but also contains meanings of denotation, connotation, and cultural myths. Denotatively, Beseprah is a communal dining activity in the Erau Festival. Connotatively, this tradition symbolizes mutual cooperation, unity, social equality, and gratitude among the Kutai people. At the myth level, Beseprah becomes a symbol of Kutai cultural identity passed down from generation to generation as a form of local cultural preservation

 

Keywords: Beseprah, Erau, Semiotics, Roland Barthes, Kutai Culture

Downloads

Published

15-07-2026

How to Cite

andiansyah. (2026). Makna Simbolik Tradisi Beseprah Dalam Festival Erau Adat Kutai: Kajian Semiotika Roland Barthes. Humaniora: Journal of Social Sciences and Humanities, 1(1), 16–25. Retrieved from https://humaniora.org/index.php/humaniora/article/view/1