30 C
Jakarta
Sabtu, Mei 15, 2021

THERAPEUTIC LIVING HAS COMING TO BALI – RUMAH 2 LANTAI hanya Rp1,6m an di Bali

therapeutic-living-has-coming-to-bali-–-rumah-2-lantai-hanya-rp1,6m-an-di-bali
0
BALI, 23 April 2021 TAHAP 1 SOLD OUT !! JANGAN KEHABISAN TAHAP 2 NYA!! Satu2nya Cluster FASILITAS TERLENGKAP di Kuta Selatan CLUSTER DAMARA VILLAGE Development by GREENWOODS & JIMBARAN HIJAU Easy Access to everywhere •1 menit ke Asian Intercultural School by Gandhi School •5 menit ke GWK •5 Menit ke...

Soroti Persepsi Warga Jabar, SOKSI Mulai Bahas Suara Golkar di Capres 2024

Must read

JABARNEWS | BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Barat menggelar Diskusi Bincang Politik Soksi, yang digelar Rabu (5/5/2021) besok.

Diskusi mengangkat tema Persepsi Warga Jabar soal Capres 2024 dan hadir pembicara Direktur Kedai Kopi Kunto Arief, Antropolog Budi Rajab, dan Rektor Universitas Widyatama Prof. Obsatar Sinaga. Hadir sebagai opening speach Ketua Depidar SOKSI Jawa Barat Drs. H. Yod Mintaraga, SH.

Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Depidar SOKSi Jabar Eko Arief Nugroho mengatakan, diskusi dilaksanakan di Gedung Golkar Jabar, Bandung, dan diikuti ratusan peserta secara online melalui aplikasi zoom.

Eko menjelaskan, diskusi akan mengungkap sejauh mana persepsi masyarakat Jabar terhadap calon presiden 2024 dan harapan-harapan masyarakat Jawa Barat terkait perhelatan demokrasi tersebut.

Ia menilai Jawa Barat memiliki karakteristik pemilih yang unik dan menarik jika dilihat dari perilaku pemilihnya. Terlebih lagi Jawa Barat memiliki jumlah pemilih terbesar di antara provinsi yang ada di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, katanya, jumlah Daftar pemilih Jabar pada pemilu presiden 2019 sebanyak 32.636.846 pemilih dan pada pemilu 2014 sebanyak 33.045.082 pemilih. Jumlah ini merupakan yang terbesar dibandingkan provinsi lain.

Suara Partai Golkar sendiri pada pemilu 2019 sebanyak 3.226.962 suara, dan pada pemilu 2014 sebanyak 3.540.629 suara. Pada 2009 perolehan suara Partai Golkar di Jabar sebanyak 3,4 juta suara.

Eko mengatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas), SOKSI ingin membuka wacana atau ide gagasan di ruang publik terkait pemikiran-pemikiran terkait pemilu di Indonesia.

Selama ini, katanya, ormas lebih cenderung sebagai pihak yang memobilisasi massa dan legitimasi kader.

“Melalui diskusi ini kita ingin membuka ruang lain, membuka dan memunculkan ide dan gagasan,” katanya.

Secara tema, katanya, masalah persepsi masyarakat Jabar terhadap Capres ini sangat menarik karena ada hasil survei Kedai Kopi.

Salah satu hasil survei ini, misalnya menyebutkan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi tokoh partai yang berpotensi terpilih menjadi presiden 2024.

Survei tersebut memang dilakukan secara nasional, sehingga pada diskusi ini akan melihat dalam perspektif wilayah masyarakat Jabar.

“Jawa Barat juga memiliki karakteristik dan perilaku pemilih yang menarik dan sudah dibuktikan dalam pilpres-pilpres sebelumnya,” pungkasnya. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article