34.9 C
Jakarta
Selasa, Mei 11, 2021

THERAPEUTIC LIVING HAS COMING TO BALI – RUMAH 2 LANTAI hanya Rp1,6m an di Bali

therapeutic-living-has-coming-to-bali-–-rumah-2-lantai-hanya-rp1,6m-an-di-bali
0
BALI, 23 April 2021 TAHAP 1 SOLD OUT !! JANGAN KEHABISAN TAHAP 2 NYA!! Satu2nya Cluster FASILITAS TERLENGKAP di Kuta Selatan CLUSTER DAMARA VILLAGE Development by GREENWOODS & JIMBARAN HIJAU Easy Access to everywhere •1 menit ke Asian Intercultural School by Gandhi School •5 menit ke GWK •5 Menit ke...

Domba Garut Hotman Paris Harganya Ditaksir Rp100 Juta, Ini Keistimewaannya

Must read

JABARNEWS | GARUT – Pamidangan merupakan tempat mempertunjukkan keistimewaan dan keunggulan domba garut dari setiap padepokan atau para peternak maupun pecinta satwa ternak domba dari berbagai daerah.

Salah satunya daerah yang seringkali menggelar seni ketangkasan domba garut yaitu di Pamidangan Anugrah daerah Citiis di kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Pamidangan Anugrah yang didirikan pengurus Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Garut.

Saat domba garut bernama latin Ovis Aries itu tampil di pamidangan tidak hanya menguji keberanian, melainkan sebagai ajang menaikkan pamor domba. Semakin domba sering tampil dan menjadi juara, maka harga jualnya akan tinggi.

“Seperti domba ini namanya Hotman Paris, harganya ditaksir Rp100 juta,” kata Endut pengelola Wisdom Garut sambil menunjuk domba yang tampil di Pamidangan Anugrah Citiis, Garut, dikutip dari Antara, Selasa (4/5/2021).

Selama ini harga domba garut yang sudah punya nama di pamidangan bernilai puluhan juta rupiah, bahkan ada yang sampai ditaksir Rp500 juta. 

Domba bernilai tinggi itu karena sehat, bersih, memiliki keberanian saat di pamidangan, postur badan yang tegak atau gagah dan yang pastinya sering juara dalam setiap pertandingan.

“Domba yang bagus itu bersih, postur tubuhnya (tegak), terlihat ganteng, dan kalau bertanding domba itu mundurnya jauh, lebih bagus mundurnya sampai habis lapang,” kata kata Galih Rustandi, salah seorang juri adu ketangkasan domba garut dari Bandung. 

“Lalu berani untuk maju, semua itu ada penilaiannya sendiri, kalau diam berarti keberaniannya kurang,” terang Galih Rustandi.

Domba garut yang tampil di pamidangan memiliki kelas tersendiri yakni Kelas C memiliki bobot 65 kg ke bawah, kemudian Kelas B memiliki bobot 65-75 kg, dan Kelas A memiliki bobot di atas 75 kg.

Domba yang dipertandingkan harus satu kelas dengan jumlah pukulan maksimal 20 kali, meskipun di tengah pertandingan wasit bisa memberhentikannya apabila ada masalah yang bisa membahayakan domba.

Menurut Ketua HPDKI Kabupaten Garut Riki Muhamad Sidiq, domba garut bisa memiliki nilai istimewa apabila juara di pamidangan, untuk itu banyak peternak mengikutsertakan domba garutnya bertanding agar bisa diukur keistimewaannya.

Tradisi adu ketangkasan domba garut itu, kata Riki, menjadi jembatan meningkatkan pamor domba garut, dan bisa memberikan keuntungan bagi peternaknya karena ada transaksi jual beli domba saat pamidangan berlangsung.

Pemerintah saat ini berupaya melakukan langkah konkret menjaga genetika domba garut seperti halnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendirikan Balai Pengembangan Pembibitan Ternak Domba dan Kambing (BPPTDK) Margawati di Kabupaten Garut.

Balai tersebut bertujuan untuk menjaga keaslian genetika domba garut, kemudian hasilnya didistribusikan ke seluruh peternak di daerah Jawa Barat untuk kebutuhan pedaging, dan bagi pejantan yang memiliki kriteria sebagai domba tangkas akan dilatih untuk bisa tampil di pamidangan.

Selain pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Garut sebagai daerah yang memiliki ikon domba garut juga akan membuat balai pembibitan untuk membantu provinsi dalam menjaga genetika dan memenuhi kebutuhan pasar.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Sofyan Yani mengatakan saat ini progres pembangunan balai sudah tahap pembebasan tanah seluas 8,7 hektare di Kecamatan Sukawening.

Kebutuhan anggaran untuk merealisasikan balai itu sebesar Rp10 miliar. Rencananya alokasi anggaran sarana dan prasarananya mulai dilakukan secara bertahap pada tahun anggaran 2022 dengan target bisa beroperasi pada 2024.

Jika balai pembibitan itu beroperasi, kata Sofyan, maka populasi domba garut akan bertambah yang ditargetkan sekitar 1,2 jutaan ekor, dari yang sekarang baru tercapai kurang dari 1 jutaan ekor setiap tahunnya.

“Domba garut ini memiliki keunggulan, selain untuk pedaging juga untuk seni tangkas, khususnya untuk yang jantan bisa ditampilkan dalam seni ketangkasan adu domba, kalau domba lain tidak bisa,” kata Sofyan.

Domba garut oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2914/Kpts/OT.140/6/2011 sudah ditetapkan sebagai rumpun domba garut yang menjelaskan bahwa domba garut merupakan domba lokal Indonesia yang mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan.

Selain itu domba garut mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun domba asli atau domba lokal lainnya dan menjadi kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Keseriusan pemerintah, dan semangat peternak, maupun HPDKI di Kabupaten Garut itu telah menunjukkan upaya bersama-sama menjaga keistimewaan domba garut.

Baik hulu sampai hilir yakni mulai dari pembibitan, pengembangbiakan, hingga penjualannya sudah berjalan agar domba garut tetap eksis di pasaran dan terjaga kualitasnya sebagai domba unggulan dari Garut. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article